Siapa sangka siswi cantik, berparas rambut terurai dan berkulit putih ini Dwi Rahayu adalah seorang atlit catur yang tidak bisa dianggap enteng kualitasnya. Dunia catur telah ia selami semenjak kelas III SMP. Berawal dari kebiasaannya mengantarkan adiknya yang juga seorang atlit catur tapi masih SMP latihan. Sedikit demi sedeikit gadis yang bercita-cita sebagai Pegawai Bank ini mengamati dan memperhatikan bagaimana permainan catur itu. Kemudian lahir minat untuk ikut serta latihan catur. Dri sinilah bakat yang selama bertahun-tahun terpendam mulai nampak bak mutiara yang terangkat dari lumpur hitam pekat yang menghalangi sinarnya dan kini mulai memancar, menyilaukan mata.
Keterampilannya memainkan organ-organ catur didukung oleh latihan yang ia lakukan setiap kali akan ada kompetisi di rumah atau di markas PERCASI(Persatuan Catur Seluruh Indonesia) bersama para atlit catur yang lain. Ada beberapa kelas saat pelatihan yaitu kelas A-G yang dikelompokkan berdasarkan usia. Dan cewek kelahiran Bojonegoro 4 Desember 1994 ini kini ada di kelas B, kelompok usia 17-18 tahun. Pada saat pelatihan para atlit yang tergabung dalam PERCASI juga diajarkan teori-teori tentang catur,"Dalam catur ada beberapa teori yang mengikat seorang atlit ketika memainkan catur. Ada ketentuan-ketentuan mengenai hal-hal yang boleh dilakukan atau dilarang" jelasnya pada zz sing itu.
Pertama kali gadis yang akrab disapa Hayu ini bertanding pada kompetisi tahun 2009 yang berlangsung di SMP N 7 Bojonegoro, namun gagal. Kegagalan tersebut tidak membuatnya patah semangat, malahan terus berpacu pada latihan dan latihan yang akhirnya mengantarkannya menjadi juara II Catur Tingkat Kabupaten tahun lalu.
Disamping catur, prestasi yang mampu ia raih adalah jura II Kartini SMA N 2 Bojonegoro yang diadakan 21 April lalu. Lomba tersebut diikuti 27 pesrta dari berbagai kelas(X-XI). Tentunya dengan tujuan memperingati perjuangan Raden Ajeng Kartini 131 tahun silam. Yang telah mendidik dan mendirikan sekolah bagi kaum wanita agar memperoleh hak yang sama utamanya dalam bidang pengajaran yang sebelumnya hanya kaum prialah yang berhak untuk sekolah. Dengan memakai kebaya dan sanggul yang dipakaikan teman-teman sekelasnya, ditambah dengan 2 kuncup bunga aekorbia yang ia petik di taman sekolah membuatnay tampak berpenampilan khas dari pada peserta lain. Selain itu, kepercayaan dirinyalah yang membuat dia melejit menjadi Kartini terbaik nomor 2 di SMA N 2 Bojonegoro.(el).
BIODATA
Nama Lengkap: Dwi Rahayu
Tempat, Tanggal Lahir: Bojonegoro 4-Desember-1993
Alamat:DS. Kolong - Ngasem - Bojonegoro
Kelas:XI IS 1
Hobi: Catur, mendengarkan musik
Cita- cita: Pegawai Bank
Mafa: Ayam bakar
Mifa: Jus jeruk
Nama Ayah:Suparjono
Nama Ibu:Munasih
Pekerjaan Ayah: PNS Perhutani
Pekerjaan Ibu: Ibu Rumah Tangga
Motto:Hari ini harus lebih baik dari pada hari kemarin
Prestasi: Juara 2 Catur Tingkat Kabupaten Bojonegoro
Juara 2 Kartini SMA N 2 Bojonegoro
Juara 3 Bupati Cup
Pendidikan: SD N Bubulan
SMP N 1 Ngasem
SMA N 2 Bojonegoro
Musik Favorit: Pop-Rock
Wafa:Hitam, Merah
Zodiak:Sagitarius
Cantik dan manis begitulah perawakan siswi kelas X-6 ini, Ditra Saktya Palupi yang berhasil meraih juara 1 Rani Kabupaten Bojonegoro. Hampir sama dengan Kange-Yune, namun berbeda. Audisi Raja-Rani untuk memilih duta sejarah dan duta lingkungan bukan duta wisata seperti halnya Kange-Yune. Dengan begitu gadis yang akrab disapa Ditra ini dinobatkan sebagai Duta Sejarah dan Lingkungan Kabupaten tercinta kita ini.
Tidak mudah tentunya untuk menjadi yang pertama dalam audisi yang kali pertama diadakan ini, butuh tekad kuat dan motivasi yang besar dari diri sendiri maupun keluarga. Pengalaman yang sebelumnya ia peroleh saat audisi Kange-Yune, membuatnya lebih siap dalam menghadapi beberapa babak yang di audisi yang didakan oleh DPC Katalia Bojonegoro ini. Selain itu, persiapan mental juga diperlukan agar tidak gugup dan tetap konsentrasi ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah disiapkan panitia.
Persaingan ketat antar pesertapun juga tidak luput mengiringi acara ini. Peserta yang bukan hanya dari tingkat SMA namun juga perguruan tinggi menjadi tantangan tersendiri baginya. Diperlukan rasa percaya diri tinggi agar tidak minder dan terus optimis yang akhirnya mengantarkannya menjadi seorang duta yang patut dibanggakan khususnya keluarga dan sekolah.
Kompetisi yang diadakn tiap tahun sekali ini diikuti oleh 10 peserta Raja dan 15 peserta Rani dengan 2 babak yang terangkai dalam selama satu hari penuh. Pda babak pertama para peserta dituntut untuk memperkenalakan dirinya di hadapan para juri dengan performance dan rangkain kalimat yang semenarik mungkin serta harus menggunakan Bahasa Jawa. Remaja yang bercita-cita sebagai Polwan ini mendapatkannya, "Dulur kenalno yo, jenengku Ditra Saktya Palupi, aku uassli Jonegoro. Eling-eling yo dulur nomer 2, laadalah jian matoh tenan, matur suwun" itulah kalimat yang diungkapkannya saat sesi perkenalan. Menarik bukan???
Selanjutnya babak kedua yaitu sesi pertanyaan sama halnya kontes- kontes kecantikan lainnya. Beberapa pertanyaan disiapkan dan para peserta diuji siapa yang bisa memberikan jawaban terbaik dengan tenang dan penuh keyakinan. Ditra juga mampu melakukannya. Dari dua babak pemilihan Duta Sejarah dan lingkungan inilah yang menuntunnya meraih juara 1 Rani yang pertama di Kabupaten Bojonegoro.
Selain Rani, pecinta aliran musik Pop ini juga seorang atlit. Atlit lari tepatnya. Beberapa kejuaraan telah berhasil ia sandang juaranya.(el).
BIODATA:
Nama Lengkap: Ditra Saktya Palupi
Tempat, Tanggal Lahir: Bojonegoro 30-Sepetember-1994
Alamat:Jl. Kolonel Sugiono no. 24 A Bojonegoro
Kelas:X-6
Hobi: Lari
Cita- cita: Polwan
Mafa: Apa saja yang penting halal
Mifa: Jus Alpukat
Nama Ayah:
Nama Ibu:
Pekerjaan Ayah: Guru Olahraga SMA N 2 Bojonegoro
Pekerjaan Ibu: Guru Kimia SMA N 4 Bojonegoro
Motto:Berusaha untuk selalu senyum kartena senyum itu ibadah
Prestasi: Juara 1 RANI Kabupaten Bojonegoro
Juara 2 Lari Tingkat SMP sekabupaten
Juara 3 Lari Tingkat SMP sekabupaten
Pendidikan: SD N Kadipaten 2 Bojonegoro
SMP N 2 Bojonegoro
SMA N 2 Bojonegoro
Musik Favorit: Pop
Wafa:Biru
Zodiak:Libra
Bermimpi memang pekerjaan mudah dan tidak memerlukan biaya. Siapapun bisa melakukannya baik anak kecil, dewasa, tua, apalagi remaja yang identik sekali dengan berkhayal. Namun bagaimana meraih mimpi itu menjadi suatu proses yang sangat sulit. Apalagi bermimpi menjadi inspirator hebat lewat tulisan. Butuh perjuangan, tekad yang kuat, pengorbanan dan penuh tantangan. Akan ada pula kejutan-kejutan yang tidak kita antisipasi sebelumnya. Terkadang karena merasa terlalu berat tantangan yang ada di depan mata, mimpi itu akan hanya berupa mimpi belaka, terkecualai bagi para pemimpi yang pinya obsesi yang besar dan ambisi yang meluap-luap untuk meraih mimpi-mimpinya. Laksana menggapai bintang yang menjulang tinggi di langit, mengarungi samudra antariksa yang ttidak kita mengerti sebelumnya, begitulah perumpamaan perjuanagn untuk merealisasikan mimpi-mimpi kita.
Zoon politicon merupakan sebutan manusia sebagai makhluk sosial yang memerlukan manusia lain dalam segala aktivitasnya. Utamanya memperjuangkan mimpi sebagai penulis hebat yang tulisannya mampu menginspirasi banyak orang. Menjadi penulis remaja handal sekaligus inspirator hebat muda. Seorang penulis remaja yang tulisannya mampu menyihir para pembaca bak buah tangan Andrea Hirata, laksana torehan pena Habiburrahman EL-Shirazy yang menggetarkan tabir-tabir keimanan pecinta karya-karyanya dan karya fenomenal DR.'Aidh Al-Qarni dalam bukunya La Tahzan yang benar-benar mampu mengusir kegundahan dan kegelisahan jiwa. Semua itu butuh proses, motivasi dan sarana-sarana sebagai kekuatan pendukung untuk menggapai mimpi- mimpi tersebut. Salah satu dari sekian banyak sarana untuk mencurahkan ide, gagasan, opini maupun artikel-artikel adalah BLOG, satu aplikasi web yang tentunya tidak asing bagi para remaja. Melalui blog, tulisan-tulisan yang dibuat oleh mereka dapat dipublikasikan langsung, bisa dilihat dan dibaca oleh seluruh masyarakat dunia yang mengaksesnya, serta bisa diberikan komentar atau tanggapan-tanggapan mengenai hasil tulisannya, sehingga kemampuan menulis dan mengolah kata semakin meningkat pula. Ditambah lagi inovasi IM3 yang membantu untuk menguji kemampuan menulis kita yaitu BLOG Competetion denagn tema Merai Mimpi Bersama IM3. Semakin terang saja, bukan jalan untuk menggapai mimpi???
Lomba BLOG ini menjadi langkah ketiga untuk meraih mimpi menjadi penulis setelah mengikuti ekstrakulikuler Jurnalistik sebagi langkah pertama dan memperbanyak aktivitas membaca buku- buku yang berbobot sebagai langkah kedua, untuk menambah kosa kata, sehingga tulisan tidak terasa membosankan. Bersaing dengan remaja-remaja lain dari berbagai daerah dan penjuru sekolah menengah yang karya-karyanya tidak bisa dianggap remeh atau disepelekan kualitasnya, menajdi tantangan tersendiri. IM3 menjadi suatu wadah sekaligus juri kualitas tulisan para peserta dari berbagai aspek kategori- kategori penilaian.
Dengan membuat artikel sebaik mungkin, menorehkan semua ide yang berkerumun di dalam otak dan mewujudkannya dalam bentuk tulisan lewat lomba blog ini, mimpi sebagai seorang penulis terkenal akan semakin dekat untuk digapai meski ada persainagn yang begitu ketat antar peserta. Orang bijak mengatakan" Lakukan yang terbaik untuk hari ini, tak perlu dikhawatirkan hal-hal yang belum pasti terjadi. Karena masa depan akan tercermin dari apa yang kita lakukan sekarang" sama halnya denagn anggapan Charles Jones bahwa hari ini, Anda adalah orang yang sama dengan Anda 5 tahun mendatang, keculai 2 hal: orang-orang di sekeliling Anda dan buku- buku yang Anda baca. Come On Make Dreams Become True with IM3!!!
Gema Krida Seni, event terbesar dan terhebat di SMA N 2 Bojonegoro. Sebuah event yang menjadi suatu kebanggaan tersendiri karena hanya SMAdalah yang punya agenda dan acara seperti ini. Menjadi salah satu keunggulan yang paling berbeda dari sekolah manapun yang ada di Bojonegoro. Namun satu tahun lalu yang seharusnya menjadi tahun ke- penyelenggaraan GKS di SMAda, tertunda. Dengan alasan tidak dapat izin dari Polres untuk mengadakan acara ini, mengingat acara yang diadakan setiap dua tahun sekali itu mendatangkan bintang tamu. Akibatnya, menjadi sebuah hutang yang harus segera dibayar atau GKS benar-benar tidak ada dan hilang seiring berjalannya waktu.
Kerja keras dan kerja sama yang bagus itulah yang dibutuhkan untuk mengadakan GKS. Semua tergantung OSIS dan seluruh warga SMA N 2 Bojonegoro sebagai pendukungnya. Bila sudah ada keselarasan diantara semua pihak yang terkait maka GKS akan bisa dilaksanakan atau bahkan mudah untuk diselenggarakan.
Menurut Atub, Ketua OSIS periode 2009/2010, kesadaran di kalangan OSIS kurang, mereka hanya menginginkan GKS tapi tidak siap jika harus bekerja keras untuk mengadakan acara ini, untuk itu dia berusaha menanamkan, memberikan motivasi di kalangan anggota OSIS. selain itu, OSIS tahun ini yang mayoritas kelas X juga sulit untuk diajak kerja sama. Sifat malas dan perlu bimbingan sedikit demi sedikit dari kakak kelas untuk mengadakan setiap program kerja juga menjadi kendala. Sederet kendala yang harus diatasi OSIS tahun ini untuk mengadakan GKS.
Sejauh ini persiapan untuk mrngadakan GKS yang sudah dilaksakan yaitu pembagian angket di kalangan siswa dan pembentukan panitia kecil. Diantaranya Sie Keamanan, Sekretariatan, Dekorasi, Humas, Acara dan sie perlengkapan. Beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum GKS terlaksana adalah pembagian angket, pembentukan panitia kecil, penyusunan proposal, pembagian proposal kepada seluruh sie agar mereka benar-benar memahami isi proposal, pencarian dana dan GKS dilaksanakan. Dua diantaranya sudah dilaksanakan. Pencarian dan menjadi sesi tersulit, karena GKS perlu biaya besar jika mendatangkan bintang tamu. Untuk dana, dari sekolah menyediakan Rp. 5.000.0000,- untuk GKS, kurangnya kan terpenuhi dari iuran selurus siswa, sumbangan dari donatur, dan sponsor menjadi target perolehan dana terbesar. " Rencana saya GKS akan diadakan sekitar bulan Juli atau Juni bersamaan dengan pentas seni perpisahan kelas XII. Belum lega rasanya kalau belum mengadakan GKS" tambahnya.
Waktu terus berjalan, menyisakan sejuta kisah yang akan menjadi sebuah kenangan. Baik kenangan manis maupun pahit, perpisahan tidak dapat terelakkan tatkala memang harus berpisah, dan begitulah suasana pisah dengan Drs. Nurali, Kepala sekolah SMA N 2 Bojonegoro dan kenal dengan Drs. abdul Djamil, Kepala sekolah SMA N 2 Bojonegoro yang baru. Acara pisah kenal tersebut dimulai sekitar pukul 11. 15 WIB di Aula SMAda yang dihadiri sekitar 50 orang dari dewan guru, karyawan-karyawati SMA N 2 Bojonegoro, perwakilan siswa, guru- guru beserta Kepala Sekolah SMA N 1 Sugihwaras, dan para tamu undangan yang lain. Acara tersebut menjadi moment terpenting dalam sejarah kepemimpinan Kepala sekolah yang dulunya mantan Kepsek SMA N 1 Bojonegoro ini. Inilah untuk akhir kalinya beliau bisa berkumpul, tertawa, bernyanyi dan berpidato dihadapan warga SMA N 2, beliau akan bertugas di SMA N 1 Sumberrejo dan meninggalkan SMA 2.
isak tangis,sedih dan berat untuk melepaskan seorang pemimpin yang telah mengabdi dan berdedikasi selama 6 tahun disini. "Setiap perjalanan ada penghujungf, pertemuan ada perpisahan. Meskipun seperti itu, kereta haris tetap berjalan...." ujar Pak Nurali dalam pidatonya yang ditemani Istrinya. Beliaupun berpesan agar bisa menjalankan tugas dengan penuh rasa ikhlas dan diniati dengan ibadah, beliau juga minta doa restunya dan dukungan dari semua pihak.
Acara terus bergulir seiring berjalannya waktu, kini saatnyalah untuk kali pertamanya Pak Jamil berpidato dihadapan warga SMAda yang hadir saat itu sebagai Kepala sekolah yang akan menggantikan Pak Nurali. Dengan baju yang bercorak warna merah berbunga-bunga seolah-olah menandakan bahwa ia siap mengemban tugas sebagai Kepala Sekolah dan ikhlas menjalankannya serta diterima atau dihadapi dengan kebahagiaan. Didampingi istri tercintanya pula, beliau mulai berpidato. " Sebaik- baiik manusia adalah orang yang mampu bermanfaat bagi manusia lain" satu cuplikan dari sekian isi pidatonya. Beliau tidak berbicara panjang lebar karena memang beliau baru di SMA N 2 dan butuh waktu untuk menyesuaikan dan mengenal lebih dekat tentang SMAda.
Sambutan-sambutan terus berlanjut dan kini saatnya pemberian tali kasih untuk Pak Nurali dari beberapa pihak penting di SMAda. Diantaranya adalah OSIS, Dewan Guru, Koperasi Sekolah, Dharmawanita dan sebagainya. Ini adalh acara pelepasan Kepala SMA N 2 Bojonegoro yang paling meriah dan terlama dalam sejarah pelepasan kepala sekolah yang terdahulu. " Biasanya nggak seperti ini to Mbak, acaranya benar-benar meriah dan luaaama" ujar salah satu tamu yang dulu juga sering mengikuti acara pelepasan Kepala Sekolah di SMAda.
Selain itu, juga ditampilkan citra kreativitas siswa-siswi SMAda, yaitu teater dan seni tari. Tak luput juga dari kalangan gurupun ikut berpartisipasi, diantaranya senandung lagu "SELAMAT JALN, SAYANG" oleh Sri Wilujeng, puisi dari Anis Dian, dan sebuah lagu sayonara dari Yuli. Dangdutpun mengiringi acara pelepasan tersebut.
Semua nampak begitu terharu ketika Pak Nurali bernyanyi dan berduet dengan Bu Sri Wilujeng. Tidak sedikit diantara Dewan Guru yang meneteskan air mata, sedih dan terasa Pak Nurali begitu berarti.(elaine)
"Ibu" semua orang punya perempuan ini. Seorang perempuan biasa namun dikaruniai hati yang sangat tulus dan begitu sabar. Mengandung, menjaga kandunagn dan tidak akan membiarkan isi yang ada di perutnya itu terbentur. 9 bulan 270 hari, dan 6480 jam bekerja non stop membawa makhluk titipan Tuhan yang pada awalnya ringan namun berangsur-angsur berat dan tambah berat.Hingga akhirnya isi perut itu keluar dan menangis yang suaranya melengking laksana petir. Perempuan itu tersenyum bahagia seraya berkata "Alkhamdulillah!!! anakku lahir denagn selamat" Itulah Ibu....
Isi perut itu masih saja merepotkan perempuan tadi. Season pemberian namapun tak kalah sibuknya sebelum isi perut tadi keluar. Dicarai, dibeli buku-buku yang berisi nama-nama yang indah dan beraarti untuk bayi itu. Setelah menemukan anma yang cocok, perempuan yang mengorbankan nyawanya untuk mengeluarkan makhluk bernyawa tadi sangat bahagia. "Ya Allah anakku sudah punya nama. Semoga dia bisa seperti namanya. Aamiin..."
Makin besar makin merepotkan begitulah sikap bayi tadi. Dan tentunya makin menyusahkan perempuan. Menginjak usia prabalita ia sudah mengerti lingkungannya. Minta ini, minta itu, pingin kesana, pingin kesini. Tidak mau ini, mau itu. Hah,,, sungguh merepotkan memang. Perempuan tadipun makin kerepotan, tapi ia masih begitu sayang. Ia turuti semua kemauan anaknya itu. Agar anaknya bahagia. Ibu itu sangat sayang pada anaknya. Apapun akan dilakukan agar anaknya bahagia.
Usia sekolahpun menginjak anak tadi. Ketika hujan deras dan lebat, jalanan di depan rumahnya becek. Apabila berjaln melewati jalan tadi, sandal atupun sepatu akan berubah menjadi hak tinggi. Belum lagi gedibal yanga kan terlempar ke arah pakaina saat melangkah. Iapun menggendong anak tadi sampai ke sekolah. Begitupun setiap hari, sampai jalan tersebut kering dan sampai sepatu anaknya tidak gebul (Bojonegoro,red). Semua itu karena sayang dan cinta.
Ketika anak yang sangat merepotkan tadi sakit. Perempuan itu bingung mencari obat. Tanya ke tetangga, obat apa yang biasanya cocok denagn penyakit anaknya siapa tahu dia bisa sembuh karena obat dari bidan tidak cocok. Di pasar, di jalanan perempuan tadi selalu membahas dan menanyakan pada setiap orang masih denagn pertanyaan yang sama. Ia takut akan terjadi apa-apa pada anaknya.
Malam hari ketika semua orang terlelap dalam mimpi, isi perut yang sudah keluar tadi masih saja merepotkan. Dia menangis. Seluruh badannya terasa sakit dan sangat tidak enak. Ibunyapun terbangun dan menggendongnya meskipun dia sangat ngantuk dan begitu kelelahan. Malam hari seharusnya malam yang panjang bagi seorang ibu untuk beristirahat. Seluruh aktivitas dan kesibukannyapun terhenti sejenak. Karena pagi nanti ia akan sangat sangat sibuk.. Terus menggendong dan menggendong sampai anaknya tertidur. Diletakkannya anak yang berusia 5 tahun tadi di tempat tidurnya, tiba-tiba dia terbangun dan menangis. Iapun menggendongnya lagi,menidurkan sama persis yang dilakukannya tadi. Ia tahu anaknya tidak mau ditidurkan di atas tempat tidur. Iapun duduk diatas kursi sambil menggendong anaknya. Ia relakan waktu istirahatnya hanya untuk seorang anak yang tidak ia mengerti apakah suatu saat nanti akan menyayanginya, berbakti kepadanya dan menghormatinya. Begitulah Ibu...
Waktu terus berlanjut, anak tadi makin besar dan makin nakal. Ketika asyik nonton TV, Ibunya memnintanya untuk membelikan garam. Dia menoalk dengan alasan " Lagi asyik nih mah,,, mamah beli sendiri aja ya!!" Diperintah kok malah memerintah. Hahh... menyebalkan. " Bersabar?" tidak lagi. Ibunyapun membanting remote sambil berkata " TV AJA . Mama jual TVnya . Cepat beliakn garam!!!" Iapun keluar pintu sambil memandangi remote yang hancur berkeping-keping. Semua itu dilakukan karena sayang.
Seorang Ibu apapun yang ia lakukan dan ia putuskan didasari dengan cinta dan dengan niat ynag tersirat hanya untuk membuat anaknya bahagia dan bermoral. Menjadi Ibu, sebuah cita-cita yang khas sekaligus aneh. Lucu memang. Kebanyakan orang bercita-cita menjadi dokter, guru, atau pengusaha. Karena mereka yakin akan menjadi seorang Ibu bagi petempuan. Ibu adalah seorang pahlawan yang melahirkan seorang pahlawan...
SELAMAT HARI IBU UNTUK SELURUH IBU DIDUNIA, KHUSUSNYA IBUKU: MUASYAROH....
_:elain_Ne A.S.

Ku pandang 2 buah jambu dan tentunya di bawah pohon jambu, melekat seperti tak ingin terpisahkan. Layaknya 2 orang kekasih yang saling mencintai, mengerti dan tidak ingin jauh. Begitu dekat, bercanda, tersenyum dan saling berkomunikasi dari hati ke hati. Cinta menyatukan segalanya. Di bawah naungan langit biru, memadu rindu. 2 jambu itu tersenyum dan, menyapaku " Hai, Elaine!!"
Tapi sesaat, aku tak melihat senyuman kebahagiaan lagi dari kedua jambu tadi. Mereka tidak lagi berbicara, terdiam layaknya ada suatu pertengkaran. Dan mereka mendiamkan masalah itu, tidak berusaha untuk membicarakannya dan menyelesaikannya. Meskipun seperti itu mereka tetap duduk berdekatan. Melambangkan masih ada cinta dalam hati mereka tapi ada masalah yang membelenggunya. Jalinan cinta terjadi, kebahagiaan menyapa, masalah membanjiri, tetapi tetep ada cinta. Cinta sulit sekali dihilangkan, bagi sebuah parasit yang tidaka akan lepas dari pohon mangga atau dia kan mati. Cinta menjanjikan kebahagiaan jika selalu ada komunikasi yang baik, buakn berdiam diri, membiarkan masalah berlarut-larut justru itu akan memperburuk keadaan. Samapai saat inipun aku masih melihat 2 jambu itu saling menorehkan raut wajah kecewa, cemberut. Tetapi aku masih melihat ada cinta yang mengalir dari 2 makhluk ciptaan Tuhan yang diizinkan untuk saling mencintai.
KUTULIS DI BAWAH POHON JAMBU DEKAT KELAS 11 IPS,,, ZIG-ZAG SMAdaBo
Jumat, 04-12-2009