Sabtu, 20 Februari 2010

Pisah Pak Nurali, Sambut Pak Jamil

Waktu terus berjalan, menyisakan sejuta kisah yang akan menjadi sebuah kenangan. Baik kenangan manis maupun pahit, perpisahan tidak dapat terelakkan tatkala memang harus berpisah, dan begitulah suasana pisah dengan Drs. Nurali, Kepala sekolah SMA N 2 Bojonegoro dan kenal dengan Drs. abdul Djamil, Kepala sekolah SMA N 2 Bojonegoro yang baru. Acara pisah kenal tersebut dimulai sekitar pukul 11. 15 WIB di Aula SMAda yang dihadiri sekitar 50 orang dari dewan guru, karyawan-karyawati SMA N 2 Bojonegoro, perwakilan siswa, guru- guru beserta Kepala Sekolah SMA N 1 Sugihwaras, dan para tamu undangan yang lain. Acara tersebut menjadi moment terpenting dalam sejarah kepemimpinan Kepala sekolah yang dulunya mantan Kepsek SMA N 1 Bojonegoro ini. Inilah untuk akhir kalinya beliau bisa berkumpul, tertawa, bernyanyi dan berpidato dihadapan warga SMA N 2, beliau akan bertugas di SMA N 1 Sumberrejo dan meninggalkan SMA 2.

isak tangis,sedih dan berat untuk melepaskan seorang pemimpin yang telah mengabdi dan berdedikasi selama 6 tahun disini. "Setiap perjalanan ada penghujungf, pertemuan ada perpisahan. Meskipun seperti itu, kereta haris tetap berjalan...." ujar Pak Nurali dalam pidatonya yang ditemani Istrinya. Beliaupun berpesan agar bisa menjalankan tugas dengan penuh rasa ikhlas dan diniati dengan ibadah, beliau juga minta doa restunya dan dukungan dari semua pihak.

Acara terus bergulir seiring berjalannya waktu, kini saatnyalah untuk kali pertamanya Pak Jamil berpidato dihadapan warga SMAda yang hadir saat itu sebagai Kepala sekolah yang akan menggantikan Pak Nurali. Dengan baju yang bercorak warna merah berbunga-bunga seolah-olah menandakan bahwa ia siap mengemban tugas sebagai Kepala Sekolah dan ikhlas menjalankannya serta diterima atau dihadapi dengan kebahagiaan. Didampingi istri tercintanya pula, beliau mulai berpidato. " Sebaik- baiik manusia adalah orang yang mampu bermanfaat bagi manusia lain" satu cuplikan dari sekian isi pidatonya. Beliau tidak berbicara panjang lebar karena memang beliau baru di SMA N 2 dan butuh waktu untuk menyesuaikan dan mengenal lebih dekat tentang SMAda.

Sambutan-sambutan terus berlanjut dan kini saatnya pemberian tali kasih untuk Pak Nurali dari beberapa pihak penting di SMAda. Diantaranya adalah OSIS, Dewan Guru, Koperasi Sekolah, Dharmawanita dan sebagainya. Ini adalh acara pelepasan Kepala SMA N 2 Bojonegoro yang paling meriah dan terlama dalam sejarah pelepasan kepala sekolah yang terdahulu. " Biasanya nggak seperti ini to Mbak, acaranya benar-benar meriah dan luaaama" ujar salah satu tamu yang dulu juga sering mengikuti acara pelepasan Kepala Sekolah di SMAda.

Selain itu, juga ditampilkan citra kreativitas siswa-siswi SMAda, yaitu teater dan seni tari. Tak luput juga dari kalangan gurupun ikut berpartisipasi, diantaranya senandung lagu "SELAMAT JALN, SAYANG" oleh Sri Wilujeng, puisi dari Anis Dian, dan sebuah lagu sayonara dari Yuli. Dangdutpun mengiringi acara pelepasan tersebut.

Semua nampak begitu terharu ketika Pak Nurali bernyanyi dan berduet dengan Bu Sri Wilujeng. Tidak sedikit diantara Dewan Guru yang meneteskan air mata, sedih dan terasa Pak Nurali begitu berarti.(elaine)

Minggu, 20 Desember 2009

"Merepotkan Sekali", Kata Bunda???

"Ibu" semua orang punya perempuan ini. Seorang perempuan biasa namun dikaruniai hati yang sangat tulus dan begitu sabar. Mengandung, menjaga kandunagn dan tidak akan membiarkan isi yang ada di perutnya itu terbentur. 9 bulan 270 hari, dan 6480 jam bekerja non stop membawa makhluk titipan Tuhan yang pada awalnya ringan namun berangsur-angsur berat dan tambah berat.Hingga akhirnya isi perut itu keluar dan menangis yang suaranya melengking laksana petir. Perempuan itu tersenyum bahagia seraya berkata "Alkhamdulillah!!! anakku lahir denagn selamat" Itulah Ibu....

Isi perut itu masih saja merepotkan perempuan tadi. Season pemberian namapun tak kalah sibuknya sebelum isi perut tadi keluar. Dicarai, dibeli buku-buku yang berisi nama-nama yang indah dan beraarti untuk bayi itu. Setelah menemukan anma yang cocok, perempuan yang mengorbankan nyawanya untuk mengeluarkan makhluk bernyawa tadi sangat bahagia. "Ya Allah anakku sudah punya nama. Semoga dia bisa seperti namanya. Aamiin..."

Makin besar makin merepotkan begitulah sikap bayi tadi. Dan tentunya makin menyusahkan perempuan. Menginjak usia prabalita ia sudah mengerti lingkungannya. Minta ini, minta itu, pingin kesana, pingin kesini. Tidak mau ini, mau itu. Hah,,, sungguh merepotkan memang. Perempuan tadipun makin kerepotan, tapi ia masih begitu sayang. Ia turuti semua kemauan anaknya itu. Agar anaknya bahagia. Ibu itu sangat sayang pada anaknya. Apapun akan dilakukan agar anaknya bahagia.

Usia sekolahpun menginjak anak tadi. Ketika hujan deras dan lebat, jalanan di depan rumahnya becek. Apabila berjaln melewati jalan tadi, sandal atupun sepatu akan berubah menjadi hak tinggi. Belum lagi gedibal yanga kan terlempar ke arah pakaina saat melangkah. Iapun menggendong anak tadi sampai ke sekolah. Begitupun setiap hari, sampai jalan tersebut kering dan sampai sepatu anaknya tidak gebul (Bojonegoro,red). Semua itu karena sayang dan cinta.

Ketika anak yang sangat merepotkan tadi sakit. Perempuan itu bingung mencari obat. Tanya ke tetangga, obat apa yang biasanya cocok denagn penyakit anaknya siapa tahu dia bisa sembuh karena obat dari bidan tidak cocok. Di pasar, di jalanan perempuan tadi selalu membahas dan menanyakan pada setiap orang masih denagn pertanyaan yang sama. Ia takut akan terjadi apa-apa pada anaknya.

Malam hari ketika semua orang terlelap dalam mimpi, isi perut yang sudah keluar tadi masih saja merepotkan. Dia menangis. Seluruh badannya terasa sakit dan sangat tidak enak. Ibunyapun terbangun dan menggendongnya meskipun dia sangat ngantuk dan begitu kelelahan. Malam hari seharusnya malam yang panjang bagi seorang ibu untuk beristirahat. Seluruh aktivitas dan kesibukannyapun terhenti sejenak. Karena pagi nanti ia akan sangat sangat sibuk.. Terus menggendong dan menggendong sampai anaknya tertidur. Diletakkannya anak yang berusia 5 tahun tadi di tempat tidurnya, tiba-tiba dia terbangun dan menangis. Iapun menggendongnya lagi,menidurkan sama persis yang dilakukannya tadi. Ia tahu anaknya tidak mau ditidurkan di atas tempat tidur. Iapun duduk diatas kursi sambil menggendong anaknya. Ia relakan waktu istirahatnya hanya untuk seorang anak yang tidak ia mengerti apakah suatu saat nanti akan menyayanginya, berbakti kepadanya dan menghormatinya. Begitulah Ibu...

Waktu terus berlanjut, anak tadi makin besar dan makin nakal. Ketika asyik nonton TV, Ibunya memnintanya untuk membelikan garam. Dia menoalk dengan alasan " Lagi asyik nih mah,,, mamah beli sendiri aja ya!!" Diperintah kok malah memerintah. Hahh... menyebalkan. " Bersabar?" tidak lagi. Ibunyapun membanting remote sambil berkata " TV AJA . Mama jual TVnya . Cepat beliakn garam!!!" Iapun keluar pintu sambil memandangi remote yang hancur berkeping-keping. Semua itu dilakukan karena sayang.

Seorang Ibu apapun yang ia lakukan dan ia putuskan didasari dengan cinta dan dengan niat ynag tersirat hanya untuk membuat anaknya bahagia dan bermoral. Menjadi Ibu, sebuah cita-cita yang khas sekaligus aneh. Lucu memang. Kebanyakan orang bercita-cita menjadi dokter, guru, atau pengusaha. Karena mereka yakin akan menjadi seorang Ibu bagi petempuan. Ibu adalah seorang pahlawan yang melahirkan seorang pahlawan...

SELAMAT HARI IBU UNTUK SELURUH IBU DIDUNIA, KHUSUSNYA IBUKU: MUASYAROH....

_:elain_Ne A.S.

Kamis, 03 Desember 2009

Menorehkan Pena Dengan Hati,,


Ku pandang 2 buah jambu dan tentunya di bawah pohon jambu, melekat seperti tak ingin terpisahkan. Layaknya 2 orang kekasih yang saling mencintai, mengerti dan tidak ingin jauh. Begitu dekat, bercanda, tersenyum dan saling berkomunikasi dari hati ke hati. Cinta menyatukan segalanya. Di bawah naungan langit biru, memadu rindu. 2 jambu itu tersenyum dan, menyapaku " Hai, Elaine!!"

Tapi sesaat, aku tak melihat senyuman kebahagiaan lagi dari kedua jambu tadi. Mereka tidak lagi berbicara, terdiam layaknya ada suatu pertengkaran. Dan mereka mendiamkan masalah itu, tidak berusaha untuk membicarakannya dan menyelesaikannya. Meskipun seperti itu mereka tetap duduk berdekatan. Melambangkan masih ada cinta dalam hati mereka tapi ada masalah yang membelenggunya. Jalinan cinta terjadi, kebahagiaan menyapa, masalah membanjiri, tetapi tetep ada cinta. Cinta sulit sekali dihilangkan, bagi sebuah parasit yang tidaka akan lepas dari pohon mangga atau dia kan mati. Cinta menjanjikan kebahagiaan jika selalu ada komunikasi yang baik, buakn berdiam diri, membiarkan masalah berlarut-larut justru itu akan memperburuk keadaan. Samapai saat inipun aku masih melihat 2 jambu itu saling menorehkan raut wajah kecewa, cemberut. Tetapi aku masih melihat ada cinta yang mengalir dari 2 makhluk ciptaan Tuhan yang diizinkan untuk saling mencintai.


KUTULIS DI BAWAH POHON JAMBU DEKAT KELAS 11 IPS,,, ZIG-ZAG SMAdaBo
Jumat, 04-12-2009

Sabtu, 31 Oktober 2009

Persahabatan Itu Menakjubkan....


Berawal dari pertemanan akan menjadi persahabatan. Dan setelah itu akan menjadi sebuah ikatan yang akan sulit untuk dipisahkan. Kita memang punya banyak teman, tapi yang namanya sahabat akan sulit ditemukan. Sahabat adalah orang yang selalu bersama kita baik dalam keadaan suka atau duka. Meski kita salah seorang sahabat akan tetap membela kita dan senantiasa di samping kita. Karena sahabat, kita akan merasakan betapa berartinya hidup ini. Karena sahabat akan selalu membuat kita bahagia, seorang sahabat akan senantiasa mengerti kita.

Sahabat laksana malam, meski hilang diganti siang. Namun, malam itu akan datang lagi. Sahabat bak puzzle, meski hilang akan selalu ada tempat untuknya. Sahabat adalah anugerah besar dalam hidup setelah cinta. Dikisahkan ada 2 orang sahabat pergi merantau. Perjalanan mereka melewati hamparan padang pasir yang luas. Awalnya mereka hanya berbincang-bincang biasa, sahabat yang pertama menyinggung perasaan sahabat yang kedua, diapun memukulnya. Kemidian, sahabat pertama menulis di atas pasir " Hari ini sahabat terbaikku memukulku" Perjalananpun dilanjutkan, sampai di tengah padang pasir, sahabat yang dipukul tadi terperosok lubang yang akan membuatnya tenggelam ditelan pasir. Sahabat yang memukulnya tadi menolongnya.

Sampai akhirnya perjalanan mereka selesai, sampai di sebuah tempat. Sahabat yang hampir terporosok tadi, mendekat di sebuah batu dan menuliskan " Hari ini sahabat terbaikku menolongku". Sahabat yang memukul dan menolong tadi bertanya " Kenapa saat aku memukulmu kau menuliskannya di pasair, sedangkan ketika aku menolongmu kau tulis itu di batau? Iapun menjawab," Tulisan yang akau tulis di atas pasir tadi akan mudah terhapus, di hembus angin saja akan hilang,, sedangkan kebaikanmu yang aku tulis di atas bati tidak akan hilang, begitulah sahabatku" Sahabat yang bertanya tadipun tersenyum.

Terima kasih para sabatku,,, terima kasih atas semuanya. Tuhan benar-benar Maha Besar menurunkan sahabat sebaik kalian...

Pesantren Sesaat...

Erat dengan berkerudung, busana muslim, tadarus, dan tentunya pelajaran sekolah yang dikurangi, begitulah Ramadhan. Sama halnya di SMA N 2 Bojonegoro, durasi pelajaran dikurangi yang sebelumnya 8 jam sekarang hanya 5 jam dalam sehari. Setiap jam pelajaran hanya 30 menit. Pemandangannyapun berbeda, SMA 2 tampak seperti sebuah pondok pesantren dengan hampir 1000 santri di dalamnya meskipun pukul 12.00 WIB sudah pulang semua santrinya. Seluruh siswi, keculai non islam diwajibkan memakai kerudung, tentunya berbau panjang dengan rok panjang. Merekapun jadi semakin sibuk, sibuk berkaca, membenarkan jilbab,bahkan karena jarang memakai kerudung, rela bangun subuh untuk memakai jilbab yang baik dan menarik. Begitulah anak SMA benar-benar memperhatikan penampilan. Itupun terkadang sampai di sekolah kerudungnya dilepas karena bengkok-bengkok tertekan helm saat naik sepeda motor. Memang ribet untuk mngenakan jilbab kalau tidak terbiasa, bahkan yang terbiasapun terkadang belum begitu mahir. Sepertinya perlu diterbitkan sebuah buku yang berisi bagaimana cara memakai jilbab yang simpel tapi menarik. Dan budaya barupun muncul yaitu berkaca every time and every where. Inilah salah satu berkah bulan Ramadhan, penjual kaca lebih laris. Ramadhan memang bulan penuh anugerah. Merekapun terlihat semakin cantik jika berkerudung, tidak salah bila dikatakan bahwa manusia yaitu kaum Hawa sejak lahir memang ditakdirkan untuk berkerudung. Saking seringnya berkaca, siswa cowokpun sampai bosan melihat tingkah laku para siswi. Sedikit sedikit berkaca, kalau tidak punya kaca ambil helm, berkaca pakai helm. Saat berjalan, lewat ruangan yang ada kacanya, langsung membenarkan jilbab, meskipun jilbabnya sudah baik. Begitulah Ramadhan,, kaum Hawa sibuk berjilbab.
Penuh hikmah, kebahagiaan, rahmat dan anugerah. Ramadhan benar-benar bulan yang paling dahsyat dari pada kesebelas bulan lainnya. Saking dahsyatnya, di dalam hadistpun Nabi Muhammad bersabda “ Barang siapa yang mengharapkan datangnya bulan Ramadhan, maka haram baginya masuk neraka” Oleh karena itu, kita harus benar-benar bersukur bisa meraih bulan suci ini. Smadapun tak mau ketinggalan memanfaatkan bulan ini. Diadakan tarawih bersama sejak 27 Agustus 2009, tadarus Al- Quran, dan program terbaru dari OSIS dan MPK yang akan dilaksakan tanggal 11 September 2009 yaitu buka bersama seluruh warga SMA N 2 B ojonegoro dengan gebyar kembang api sebagai acara puncaknya. Bukan hanya itu, parade band bernuansa Islam juga diadakan untuk memuliakan bulan ini.

Ramses Berlalu, CHITOST I am Coming....



Awal masuk SMA, aku tidak membawa apapun. Surat keterangan lulus belum ada, surat hasil UNASya pengumuman sementara belum ada. Aku datang hanya untuk meminta formulir pendaftaran. Hari ke-2, surat-surat yang aku butuhkan sudah ada, eh,, aku lupa bawa foto. Pendaftaran hari ke-2ku gagal. Hari ke-3, semuanya lengkap. Alhamdulillah aku sudah daftar. Tinggal menunggu dengan penuh kesabaran dan kekhawatiran. Selang beberapa hari, akhirnya aku diterima di SMA pilihan pertamaku, SMA N 2 BOJONEGORO dengan urutan 239. Urutan yang posisinya mengkhawatirkan sebelum pengumuman. NEMku hanya 33,75. Denagn nilai Matematika terendah, yaitu 7,00.

Seperti halnya sekolah-sekolah pada umumnya kegiatan MOS tidak pernah terlewatkan. Diperintah ini itu, pakai ini itu. Dihadapkan denagn banyak peraturan yang sangat terperinci. Sebagai siswa baru, aku hanya patuh saja. Berusaha semaksimal mungkin untuk mematuhi segala tata tertib MOS. Sia-sia, keamanan begitu teliti, nama mejaku dilempar ke lantai, tas kardusku diukur panjang, lebar, dan tingginya. Seluruh siswa keluar, dibentak-bentak. Aku tidak begitu memerdulikan, yang ada di benakku saat itu adalah “ apa mereka nggak lapar teriak-teriak terus???”


Aku masuk di kelas X-1 Teman yang pertama kali aku kenal adalah Yenny Nur Muharida yang saat ini ada di kelas XI-IA 4. Orangnya lucu, cerewet, dan tak jarang agak lebai ( melebih-lebihkan sesuatu). Kamipun duduk satu bangku, di bangku paling belakang, baris kedua dari arah barat. Di sampingku, di barisan bangku ketiga dari arah barat juga, ada Aqli, siswi SMP N 1 Bojonegoro. Dia adalah cewek tercantik di kelas X-1, menurutku. Rambutnay panjang, pita rambutnya, cara bicaranya, makan, berjalan, aku bemar-benar kagum. Dia seorang gadis yang begitu memperhatikan penampilan. Tidak jarang aku curi pandang untuk melihatnya. Mengagumi betapa cantiknya dia “ Subhanallah, cantiknya Ya Allah. Benar-benar cantik” kata hgatiku yang selalu bersuara ketika aku diam-diam menatapnya. Aku baca nama badannya,” AQLI NUR AINI” nama yang cantik secantik orangnya. Begitulah kau, mudah seklai kagum.

Suasana kelas masih sangat asing. Aku belum mengenal mereka. Sulit bagiku untuk dekat dengan mereka. Aku rasanya pingin balik ke SMP.. Berhari-hari, berminggu-minggu dan berbulan-bulan, akhirnya aku mampu mengenal mereka. Tahu apa kebiasaannya, hobinya, rumahnya, dan sebagainya. Aku bahagia sekali mengenal mereka. Aku baru mengerti apa artinya sahabat, apa artinya punya teman. Sahabat benar-benar berarti dalam hidup ini. Aku sangat menyayangi mereka, meskipun terkadang atau bahkan sering aku tidak memerdulikan mereka. Aku memang agak cuek orangnya. Tapi, kita akan merasa vetapa berartinya mereka ketika kita pernah kehilangan mereka.

Malam itu, sebelum penerimaan raport untuk terakhir kalinya aku melihat mereka utuh dalam jalinan persahabatan Ramses( Republik Angkatan Muda Sepuluh Satu). Dihadiri oleh seluruh Ramsester( sebutan anggota Ramses Cominity) yaitu Upik, Anita, Aqli, Eva, Zevi, Wida, Arfilia, Ardiana, Tari, Evika, Liza, Nurma, Dela, Ova, Estin, Elaine, Yenny, Atub, Yoyok, Arsyi, Bagus L., Tri, Ivan, Antok, Yogo, Efendi, Alfian, Pandu, Kukuh, Bagus P., Arif, dan yang terakhir Rodli,, kecuali Bintang dan Arinda. Estin ketua kelas yang saat sambutan selalu memakai kata “dan”, Arsyi yang pidatonya lamanya minta ampun dan yang terakhir adlah Liza. Aku benar-benar tidak ta`hu kalau malam itu adalah malam terakhir aku melihat dia makan, tersenyum dengan penuh keceriaan, foto bareng. Dia meminjamiku mukenah untukku sholat maghrib “ki umi, ape sholat to???” Aku memang sering disapa Umi. Dan Liza selalu memanggilku dengan sapaan itu. Bodohnya aku tidak mengamati wajahnya, memandang matanya, dan bilang kepadanya kalau aku bahagia punya sahabat seperti dia. “ Maeme lo, anyep ya. Gak enek rasane” ucapnya, sambil mengotak-atik makanan yang ada di depannya.

Kata Ayahku 40 hari sebelum seseorang meninggal dia sudah merasa kalau Allah akan memanggilnya. Rohnyapun seperti sudah akan dan segera ingin keluar dari jasadnya tapi belum waktunya. Begitu bodoh kenapa aku tidak merasakan apa-apa........

Paginya penerimaan raport, agak telat datangnya. Setelah aku dari ruang guru, aku datang ke kelasku. “ Sopo En, sing ringking siji?” tanya Ova. “Alhamdulillah...” Belum sempat aku melanjutkan jawabanku, Ova menyahut “ Yo mesti, to nek gak Eni Sopo neh..” Aku hanya tersenyum. “ Iyo, mi? Selamat, ya!!!” kata Liza sambil tersenyum. Dan itu adalah saat terakhir aku tersenyum, mendengar suara dan berjabat tangan dengannya. Bodoh sekali, aku juga belum merasakan bahwa dia akan pergi

Time to holiday.......

Saat libur, seperti biasa tiap pagi, cuci baju, selesai nyapu. Hari Senin, 4 hari sebelum Liza meninggal. Tiba-tiba aku melantunkan lagu yang biasa disenandungkan sebelum jenazah disholati. Akupun bingung kenapa tiba-tiba aku menyanyikan lagu itu. Siapa yang akan meninggal??? Aku tidak begitu menghiraukan, mungkin hanya perasaanku saja. Hari Selasa, sama tepat aku cuci baju, bibirku melantunkan lagi itu lagi.. Ya Allah, ada apa?? Siapa yang akan meninggal?? Untuk yang kedua kalinya aku tidak memperdulikan firasatku itu. Rabu, tetanggaku meninggal. Kamis, tidak terjadi apa-apa. Jumat, selesai cuci baju tiba-tiba aku ingin pergi ke WarNet mengerjakan jurnalistik. Akupun berangkat.. Sepulan dari warnet, aku buka hp, ternyata ada 9 sms. Ibu Bapakku tidak tahu, karena sedang dicess.. Sms pertama aku buka “innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Teman kita Liza Anzila meninggal” Aku masih belum percaya. Aku sms ke-2, ke-3, dan seterusnya.. Isinya sama yaitu kabar Liza meninggal karena kecelakaan. Ini sepetti mimpi, mimpi yang sangat buruk. Bahkan saat aku tidurpu aku tidak percaya bahwa Allah telah memanggilnya.. Satu pertanyaan yang sering ada di benakku ketika mengingatnya “ LIZ, APA KAMU BAHAGIA??”

Yang berlalu, biarlah berlalu. Yang hidup harus meneruskan hidupnya...

Aku masuk IPA, pilihan pertamaku saat angket penjurusan dibagikan. Sebenarnya aku pingin Bahasa.. Di IPA aku tahu, aku akan bertemu dengan Fisika 4 jam, Biologi 4 jam, dan Kimia 5 jam, serta Matematika 4 jam dalam seminggu. Benar-benar membuat pening kepala. Tapi aku ingat kata Dumbledore “ Hidup iti tidak ditetntukan oleh kehebatan dan kemahiran kita, tetapi oleh pilihan kita” ujarnya saat menasehati Harry Potter di film ke 2nya, The Chamber Of Secrets. Itulah yang membuat hatiku kuat, dan aku yakin, aku dan pilihanku adalah yang terbaik...

Setahun berlalu, aku kini kelas 11, tepatnya XI-IA 2. Awalnya aku tidak betah pingin balik ke kelasku yang dulu. Masih sangat asing, belum merasakan kenyamanan apapun. Untungnya, ada Ani, Dimas, teman-teman zig-zagku, anak-anak kos Nirwana yang sebelumnya aku kenal, cukup dekat. Setelah berminggu, aku baru merasakan kebahagiaan. Aku bersukur masuk kelas IA2, mereka baik dan tak kalah narsis dengan kelasku dulu. Setelah kenal satu sama lain, merasa seperti sebuah keluarga,, waktunya untuk membuat nama keluarga baruku.. C HI TOST (Community High Teen Schooll Of Scince 2). Ku harap persahabatan ini akan tetap terjalin, dan tentunya semakin dekat. Allah memang selalu memberiku yang terbaik... Di kelas XI ini aku dan seluruh arek kelas XI disuruh buat facebook. Bisa dibilang aku ini cewek ketinggalan zaman. Masak dulu baru buat fs, belum begitu mahir sudah ada fb, baru buat fb sudah ada twitter. Aku belum begitu bisa mengotak-atik facebook. Memang agak merubah gaya hidupku, aku lebih sering ke warnet. Warnet sekolahan maksudnya. Gratis..tiss.. Senengnya bisa ngenet gratis.. Tapi itu tergantung guru yang ada di ruang TIK saat itu. Alhamdulillah ada pak Joko, baik orangnya.. Aku diizinkan ngenet 3x berturut-turut. Semoga semua guru Tik semuanya seperti Pak Joko.. AAAMIINN

Bukan Hanya Karena Malas

Kesadaran akan pentingnya membaca Generasi muda sekarang menurun. Mereka lebih suka ngotak-ngatik facebook, dengerkan musik dari pada membaca. Begitupun juga yang dialami siswa-siswi SMA N 2 BOJONEGORO. Selain karena mereka malas, penyebab lain adalah karena perpustakaannya.Perpustakaan Smada kurang menarik, baik suasananya ataupun buku-bukunya, atau bahkan penjaganya. Buku-bukunya kebanyakan buku jaman dahulu, ceritanyapun monotone atau bahkan tidak sesuai bagi remaja zaman sekarang. Selain itu, buku motivasi spiritul, pengembangan bakat Bagaimana mnjadi remaja yang sukses, kunci-kunci keberhasilan, buku-buku penyemangat menghadapi hidup, novel teenlit, majalah-majalah juga jarang ada di sana. Di sana hanya ada cerita Siti Nurbaya tentang pernikahan paksa, buku-buku pelajaran yang sampulnyapun kurang menarik untuk dipelajari. Penataan buku juga merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya rasa malas di kalangan pelajar. Ditata berjajar, berbaris, atau dalam bentuk formasi yang lain. Bagaimana pelayanan dari penjaga perpus juga perlu diperhatikan. Ramahkah, bersahabatkah atau tidak, care dengan siswa atau tidak. Di smada, pelayanan dari petugas perpus kurang, keramahtamahan mereka, bagaimana wajah atau mimik mereka ketika siswa meminjan juga kurang maksimal. Diperlukan penjaga perpustakaan yang bersahabat. Sehingga, siswa-siswi suka dan bahkan betah di perpustakaan.

Seharusnya perlu ditambah koleksi buku-bukunya. Novel remaja, buku-buku motivasi juga perlu ditambah pula. Penataan perlu juga dibenahi, dari luar saja penataannya terlihat membosankan. Tidak bisa menyemangati untuk membaca. Keramhatamahan, peduli, juga perlu ada pada penjaga perpustakaan. Sehingga, dari segala sisi baik sisi subyek ataupun ruangan perpus mendukung untuk menumbuhkan budaya membaca.

;;